Alpen Steel | Renewable Energy

~ Program Energi Mikrohidro Masih Minim

ENERGI TERBARUKAN: Bermanfaat, tetapi Program Mikrohidro Masih Minim


Program kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI untuk pengembangan energi
terbarukan dengan pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau mikrohidro sekarang masih sangat minim.

Dicontohkan, pada tahun ini aplikasi teknologi mikrohidro hasil riset dan pengembangan LIPI untuk kerja sama hanya
dengan dua wilayah, meliputi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Demikian dikemukakan Kepala Bidang Kerja Sama Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat
Guna LIPI Aris Sudaryanto di Subang, Jawa Barat, ketika dihubungi Kamis (8/5).

”Mikrohidro di Enrekang mulai beroperasi sejak dua bulan lalu, sedangkan di Belu saat ini masih dalam proses
pengerjaan,” kata Ari.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi yang ingin ditawarkan LIPI berupa sistem kontrol turbin ketika menerima
perubahan debit air, yaitu electronic load control. Beberapa proyek mikrohidro sebelumnya tidak jarang mengalami
kerusakan akibat debit air meningkat drastis pada puncak musim hujan dan debit air yang sangat kurang pada musim
kemarau.

Nilai investasi pembuatan pembangkit listrik tenaga mikrohidro diperkirakan sebesar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta untuk
setiap 1.000 watt.

Menurut Ari, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, persoalan instalasi atau pemasangan peralatan
pembangkit listrik mikrohidro ini tidak akan sesulit pemeliharaannya.

”Di Enrekang, listrik dari mikrohidro dioptimalkan untuk mendukung produktivitas masyarakat, seperti pada
pemasakan sampai pada pengemasan gula aren menjadi produk minuman khas saraba. Juga untuk mengolah markisa
menjadi produk yang mudah dipasarkan,” kata Ari.

Dia menekankan, salah satu kunci keberhasilan penggunaan energi terbarukan bagi masyarakat pelosok adalah
diperolehnya manfaat ekonomi secara langsung.

Secara terpisah, salah seorang penggerak masyarakat pedesaan untuk mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga
mikrohidro, Tri Mumpuni, mengatakan, kualitas dan keberlanjutan itu menjadi titik tolak pengembangan pembangkit listrik
mikrohidro.

”Pelaksanaan proyek mikrohidro sebaiknya dijadikan proyek masyarakat setempat dengan melibatkan para ahli
sesuai bidang masing-masing,” kata Tri.

Harus komprehensif

Menurut dia, pengembangan mikrohidro mencakup aspek lingkungan, teknik sipil, mesin, dan elektronik yang harus
berjalan secara komprehensif.

Pemilahan keempat aspek ini untuk dikerjakan secara bersinergi sering diabaikan, terutama pada proyek pemerintah
yang melibatkan satu kontraktor saja.

Seperti pada aspek lingkungan, setidaknya dibutuhkan penetapan kawasan hutan dengan vegetasi yang baik seluas 30
kilometer persegi. Penjagaan dan pemeliharaan lingkungan seperti itu membutuhkan kemampuan khusus dari ahli di
TARGET MDGs - Indonesia
http://www.targetmdgs.org Menggunakan Joomla!

Jakarta, Kompas
Sumber: Kompas Cetak, www.kompas.com

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook