Alpen Steel | Renewable Energy

~ Indonesia Masih Minim Memanfaatkan Energi Alternatif

Energi Terbarukan Hanya Pasok Listrik Satu Persen

 

Meskipun potensi energi terbarukan melimpah-dari energi surya, angin, mikro hidro, geotermal, sampai biomassa-Indonesia masih sangat minim memanfaatkan energi ini untuk memenuhi kebutuhan listrik. Hingga sekarang energi terbarukan itu baru memasok satu persen energi listrik masyarakat.

Dengan kian menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, pemanfaatan energi alternatif nonfosil harus ditingkatkan. Diproyeksinya, dalam 10 tahun mendatang 10-20 persen pasokan listrik berasal dari energi terbarukan.

Demikian dikemukakan Rahmat Mulyadi, Deputi Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bidang teknologi informasi, energi, material, dan lingkungan, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/5). BPPT bersama Pusat Riset Antar-Universitas Italia (CIRPS) dan Pusat Kebudayaan Italia di Jakarta akan menyelenggarakan seminar energi terbarukan untuk pembangunan berkelanjutan dan prospeknya bagi otonomi daerah, Senin (3/6).

Suatu keharusan

Konsul Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Italia untuk Indonesia Michele Mile menegaskan, pemanfaatan energi merupakan keharusan bagi semua negara karena berkaitan dengan Protokol Kyoto. Dalam Protokol itu disepakati untuk mereduksi kerusakan lingkungan, terutama pencemaran udara, akibat penggunaan bahan bakar fosil.

Menurut Mile, Italia yang telah mengembangkan energi terbarukan sejak lebih dari 40 tahun lalu akan meningkatkan pemanfaatan sumber energi alternatif untuk kelistrikan. Diharapkan bisa dua kali lipat dalam 10 tahun, atau sekitar 7-10 persen saat ini.

Teknologi kelistrikan yang dikembangkan di Italia selama ini difokuskan pada empat jenis energi terbarukan, yaitu geotermal, tenaga surya fotovoltaik, energi angin, dan biomassa. Dari keempat jenis ini, yang berprospek baik untuk dikembangkan lebih lanjut adalah tenaga surya fotovoltaik. Namun, untuk dapat memasok energi listrik lebih besar perlu sistem integrasi kelistrikan.

Didaerah terpencil

Menurut Rahmat, penerapan pembangkit listrik dengan energi terbarukan akan dikembangkan di daerah terpencil, terutama di pegunungan dan di pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN. Saat ini 30 persen daerah terpencil belum terjangkau listrik PLN. Pelaksanaan program kelistrikan diutamakan di kawasan timur Indonesia. Energi terbarukan yang akan dimanfaatkan adalah energi surya, angin, dan mikro hidro. Diperkenalkan pula teknologi hibrida, yang merupakan penggabungan energi terbarukan dengan solar.

Sumber : Kompas, Jakarta,

yun

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook