Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penelitian Teknologi Energi Alternatif BPPT

Pusat Penelitian Energi Alternatif Perlu Didirikan

Mulai tahun ini, Pantai Parang Racuk di Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta, akan menjadi
koridor utama penelitian teknologi energi alternatif Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Beberapa prototipe
pembangkit energi alternatif telah terpasang sejak 2002, dari energi ombak, angin, hingga sel surya.

Semua prototipe sudah menghasilkan energi listrik dan siap diaplikasikan. Pengembangan prototipe ke skala produksi
masih menunggu ketertarikan investor dan pemerintah. ”Secara ekonomi, energi yang dihasilkan masih
mahal,” ujar Kepala Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT Rustiono, di Parang Racuk, Tanjungsari,
Gunung Kidul.
Nantinya semua penelitian energi alternatif di Indonesia akan dipusatkan di lahan seluas 12 hektar di pantai itu.

Prototipe untuk pembangkit listrik tenaga ombak (PLTO), misalnya, adalah satu-satunya di Indonesia dan telah dipasang
sejak 2006. Dengan dana pembangunan infrastruktur Rp 500 juta, PLTO menghasilkan daya 0,5 megawatt. Perlu Rp 1
juta untuk membangkitkan 1 kilowatt jam.

”Aplikasinya memang untuk jangka panjang, ketika bahan bakar fosil telah habis, maka tidak ada pilihan lain.
PLTO bisa jadi primadona, terutama untuk pemenuhan kebutuhan listrik di pulau terpencil atau sebagai rambu navigasi
laut,” kata Rustiono.

Beberapa negara kawasan Skandinavia sudah banyak yang menggunakan PLTO sebagai pembangkit energi. Tahun ini,
Balai Pengkajian Dinamika Pantai juga sedang membuat prototipe PLTO terapung berbentuk seperti kapal yang akan
diluncurkan di Parang Racuk pada 2009. Konsep ini infrastrukturnya lebih murah. Dananya Rp 400 juta.

Karena tidak dijaga ketat, laboratorium alam energi di Parang Racuk menjadi sasaran pencurian. Platform besi sebesar
jembatan penyeberangan, pipa, hingga kabel habis dicuri. ”Kami harus mencopoti peralatan begitu usai uji coba,
itu pun harus ditunggui,” ujar Rustiono.

Selain PLTO, empat prototipe turbin angin juga telah dipasang sejak 2004. Dari potensi teknologi angin terpetakan
sebanyak 9,3 gigawatt, baru 1 megawatt yang dimanfaatkan.

Saat ini kendala aplikasi dari teknologi energi angin adalah belum ada industri yang berani menanam investasi. Selain
itu, kebijakan pemerintah juga cenderung belum berpihak kepada pemanfaatan energi alternatif.

”Seharusnya pemerintah mulai memikirkan kebijakan subsidi seperti diberikan kepada PLN,” ungkap
Kepala Balai Penelitian dan Penerapan Teknologi Aero Gas Dinamika dan Getaran BPPT Yanto Daryanto.


Gunung Kidul, Kompas - (WKM)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook