Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pengembangan Energi Terbarukan Masih Jadi Alternatif

Energi Terbarukan Masih Jadi Alternatif

Dalam beberapa tahun terakhir pengembangan energi terbarukan banyak dilakukan berbagai pihak untuk mengantisipasi kelangkaan energi di masa depan. Kendati begitu, penggunaan energi terbarukan di Indonesia sepertinya belum menjadi pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. 

Energi fosil masih menjadi pilihan utama sementara energi terbarukan hanya menjadi alternatif pilihan. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Kementrian ESDM Ir Agung Prasetyo MT dalam simposium 'Peranan Kimia dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi', yang diselengarakan Jurusan Kimia FMIPA UGM. 

Guna mengatasi persoalan energi tersebut, dituturkan saat ini Kementrian ESDM berupaya mengubah paradigma dalam pengelolaan energi dari manajemen berdasar suplai ke arah manajemen berdasarkan pemanfaatan. Ke depan pemerintah akan lebih mengefesienkan kebutuhan energi dengan memaksimalkan penyediaan dan pemanfaatan energi terbarukan. 

Menurut pakar energi UGM Prof Drs Karna Wijaya MEng Dr rernat, biofuel ke depan akan menjadi sumber energi alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Di samping itu pengembangan biofuel melalui penggunaan produk pembakaran langsung maupun dikonversi menjadi biofuel tidak hanya menyediakan energi alternatif terbarukan saja, akan tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru. 

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Soedjai Kartasasmita mengatakan, penggunaan biofuel di berbagai negara maju yang semakin meningkat turut mendorong laju pertumbuhan industri perkebunan kelapa sawit. 

Dia mencontohkan, di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Brasil, Australia menggunakan biofuel sebagai bahan bakar maupun campuran bahan bakar untuk menerbangkan pesawat dan kapal perang. Lebih lanjut disampaikan, pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia sangat fenomenal. 

Bahkan telah menempatkan Indonesia sebagai produsen nomor satu dunia dengan produksi 25,20 juta ton pada tahun 2011 dan diperkirakan sebesar 27,25 juta ton di tahun 2012. "Sayangnya meskipun menjadi produk andalan ekspor, CPO tidak dianggap sebagai green product yang ramah lingkungan," tandasnya.

Sumber darihttp://www.suaramerdeka.com (Yogyakarta)

Ditulis oleh : Bambang Unjianto / CN26 / JBSM


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook