Alpen Steel | Renewable Energy

~Energi Terbarukan Kian Mendesak

Pemerintah harus punya komitmen yang kuat untuk segera melakukan transformasi energi dari fosil ke energi baru terbarukan

JAKARTA- Pemerintah dituntut bekerja keras mendorong proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) agar segera berjalan. Mendesaknya transformasi energi itu, karena  cadangan energi fosil khususnya minyak semakin terbatas, sementara permintaan tiap hari bertambah pesat.

“Profesor Seobroto menyatakan, saya takut kita di ambang krisis kalau tidak cepat bertindak, kita akan masuki krisis yang sulit,” kata Menteri ESDM Sudirman Said mengutip pernyataan  mantan Menteri Pertambangan dan Energi yang juga mantan Presiden Konferensi OPEC, Profesor Soebroto dalam acara Hari Pertambangan dan Energi ke-70, di Jakarta, Senin (28/9).

Dia mengakui, upaya pengembangan energi baru terbarukan sampai saat ini belum terlihat nyata.Padahal, ancaman krisis energi sudah diambang mata. Cadangan minyak Indonesia yang tersisa kurang lebih 12 tahun lagi, sementara kebutuhan BBM nasional tiap tahun terus meningkat.

Selain konsumsi BBM yang terus meningkat, konsumsi elpiji, gas bumi, hingga listrik juga setiap tahun terus meningkat.

“Seruan senior kita itu adalah nyata, makanya kami bergegas melakukan penataan diri. Tata lembaga, pikiran, ide, dan tindakan terbaik yang diabadikan kepada masyarakat ke depan,” kata Sudirman.

Sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) pada 2019, konsumsi energi dalam negeri 60 persen didominasi gas bumi, sisanya batu bara lalu energi baru terbarukan dan selebihnya BBM.

“Target produksi gas kita tahun 2019 harus 60 persen dikonsumsi di dalam negeri. Kemudian kita juga mengejar produksi batubara kita di tahan di 400 juta ton dan 60 persennya digunakan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri untuk perkuat rasio elektrifikasi,” katanya.

Elektrifikasi

Elektrifikasi atau tingkat tersambungnya listrik ke seluruh kepala keluarga di Indonesia menjadi tantangan ke depan. Rasio elektrifikasi ditargetkan meningkat dari 86 persen menjadi 97 persen.

Dengan  demikian pada 10 tahun yang akan datang, energi yang dikonsumsi ditargetkan bisa 23 persen berasal dari energi baru terbarukan,” jelas Sudirman.

Sudirman menegaskan, bila proyek energi baru terbarukan tidak digeber dari sekarang, dan tidak mencapai sesuai target 23 persen dalam 10 tahun ke depan, maka Indonesia dalam ancaman serius krisis energi.

“Makanya pemerintah sekarang benar-benar mendorong proyek energi baru terbarukan bisa berjalan,” katanya.

Salah satu energi baru terbarukan yang digeber pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah proyek listrik panas bumi. Indonesia saat ini memiliki potensi terbesar listrik panas bumi di dunia, namun baru termanfaatkan sekitar 5 persen. ers/E-9

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook