Alpen Steel | Renewable Energy

Cilacap Mengembangkan PLTS dan PLTMH

Untuk menjangkau ketersediaan listrik di daerah terpencil, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Pada tahun 2008 ini, pembangunan PLTS akan segera dilaksanakan di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut.

Kepala Bidang Migas Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Cilacap, Gontho Pramuhargono, Selasa (12/8), mengatakan pembangunan PLTS tersebut tergolong tahap kedua untuk pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Kampung Laut. "Tahap pertama sudah kami laksanakan tahun 2007 lalu, dengan membangun PLTS di Desa Klaces," katanya.

Kedua PLTS itu, masing-masing memiliki kapasitas produksi listrik hingga 17,5 kilo watt peak atau dapat memberikan penerangan untuk 100 rumah. Karena itu dalam waktu dekat, 200 rumah di Kecamatan Kampung mulai dapat teraliri listrik.

Kendati demikian, menurut Gontho, dua unit PLTS itu baru memenuhi 25 persen dari kebutuhan listrik di Kecamatan Kampung Laut. Begitu juga untuk ketersediaan jaringan listrik di Cilacap, lanjutnya, juga masih minim. "Dari 100 rumah di Cilacap, ada 48 rumah yang belum teraliri listrik. Ini masih menjadi problem kami," katanya.

Karena itu untuk beberapa daerah terpencil di perbukitan seperti Kecamatan Dayeuhluhur dan Majenang, kata Gontho, pihaknya akan berupaya mengembangkan PLTMH. Kebetulan di sana ditemukan ada beberapa air terjun yang cukup deras. "Rencananya, tahun 2010 kami akan mulai membangun PLTMH di sana," lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas baru-baru ini juga memetakan beberapa lokasi yang memiliki potensi panas bumi. Salah satunya ditemukan di sekitar kawasan Baturraden, lereng Gunung Slamet.

Kepala Bidang Geologi dari Dinas Geologi Sumber Daya Mineral dan Air Tanah Banyumas, Junaedi mengatakan, rencananya sumber panas bumi itu akan dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Menurutnya, cadangan panas bumi di sekitar Baturraden cukup memadai untuk memproduksi listrik hingga 185 mega wat. Rata-rata dari setiap 1 kilometer persegi memiliki daya dukung untuk produksi listrik antara 10 MW hingga 15 MW. Tapi untuk menemukan titik lokasi yang dapat dieksplorasi, dibutuh kan waktu sampai setahun. Mudah-mudahan saja, ini bisa menjadi solusi menghadapi krisis energi sekarang ini, lanjutnya.

Namun ditambahkan Gontho, pengembangan teknologi pembangkit listrik di tingkat lokal tetap perlu memperhatikan kesiapan masyarakat setempat. PLTS di Kecamatan Kampung Laut contohnya, sebenarnya sudah berjalan sejak 1994 lalu. Saat itu Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie memberikan bantuan seratus unit solar home system (SHS) atau sistem tenaga surya per unit rumah, namun tidak panjang umurnya.

"Karena itu, sekarang kami memilih PLTS skala besar agar dipelihara oleh kelompok, bukan per rumah tangga seperti SHS. Karena ada kalanya, warga itu tidak mampu memanfaatkan dan memelihara alat tersebut," lanjutnya.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook