Alpen Steel | Renewable Energy

Kalteng Juga Bangun PLTS

Hingga akhir tahun 2007 ada 5.485 unit pembangkit listrik tenaga surya skala rumah tangga yang sudah dibangun di Kalimantan Tengah. Tahun 2008, pemerintah mengalokasikan 1.502 unit PLTS untuk warga di Kalteng yang wilayahnya tidak terjangkau layanan listrik. Pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menghemat pemakaian minyak tanah untuk penerangan rumah. Survei dari Badan Pengawas Daerah ke masyarakat penerima pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sebelum ada PLTS warga menggunakan lima liter minyak tanah per bulan untuk penerangan rumah. 

“Begitu mereka menerima PLTS, sekarang hanya perlu satu liter minyak tanah. Itupun hanya untuk memancing api saat memasak menggunakan kayu bakar. Artinya, dengan adanya PLTS ini tiap keluarga mampu menghemat empat liter minyak tanah per bulan,” kata Kepala Subdinas Minyak, Listrik, dan Energi, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomas Sembiring, di Palangkaraya, Selasa (6/5).

Pada tahun 2007, pemerintah memberikan 2.018 unit PLTS kepada 2.018 rumah tangga di Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, Sukamara, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Lamandau, dan Seruyan. Tomas mengatakan, kalau dihitung secara rata-rata, minyak tanah yang bisa dihemat oleh warga yang mendapatkan PLTS pada tahun 2007 lalu mencapai 8.000-an liter per bulan, atau setara 96.864 liter minyak tanah dalam satu tahun.
PLTS masuk Kalteng sejak tahun 1994, tapi pembangunan tiap tahun rata-rata hanya puluhan unit. Pembangunan PLTS di Kalteng berkembang pesat sejak tahun 2006. Tahun 2006 dibangun 2.241 unit PLTS dengan dana dari Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Harga per unit PLTS tersebut rata-rata Rp 6,5 juta.

Tahun 2007, pemerintah daerah Kalteng mulai mengalokasikan dana untuk membangun 313 unit PLTS dengan rata-rata harga Rp 5 juta per unit. Dari 1.502 PLTS yang akan dibangun mulai Mei 2008 di Kalteng, sebanyak 552 unit PLTS diantaranya dibangun menggunakan APBD Kalteng dengan harga sekitar Rp 6 juta per unit. “Adanya sharing APBD ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah daerah untuk mengembangkan pembangkit energi listrik alternatif selain solar dan batubara,” kata Tomas. Daya tiap unit PLTS adalah 50 watt, yang dapat dipakai untuk menyalakan tiga bola lampu selama enam hingga tujuh jam. Apabila siangnya mendung, maka PLTS tersebut mampu menyalakan lampu antara empat hingga lima jam. PLTS tersebut ditujukan untuk penerangan, sehingga dengan daya yang terbatas itu belum mampu dimanfaatkan untuk menyalakan televisi.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook