Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pesawat Terbang Matahari, Solar Impulse

Teknologi Di Balik Kesuksesan Terbang Malam Solar Impulse

Teknologi  Di Balik Kesuksesan Terbang Malam Solar Impulse
google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);
 
 
Solar Impulse, pesawat berpenumpang satu orang yang mengandalkan sumber energinya dari sinar matahari, setelah menghabiskan tujuh tahun pengembangan dan berbagai pengujian, beberapa waktu lalu berhasil mendarat dengan mulus setelah melakukan penerbangan selama lebih dari 26 jam dengan ketinggian 8564 m di atas permukaan laut dan dengan kecepatan rata-rata 23 knot.

Pengujian yang dimulai pada tanggal 7 Juli 2010 pukul 06:51 waktu setempat dan berakhir pada tanggal 8 Juli 2010 pukul 09:00 waktu setempat bertujuan untuk menunjukkan pada dunia bahwa teknologi energi terbarukan bukan suatu ketidakmungkinan.

Teknologi Pesawat Solar Impulse

Kesuksesan Solar Impulse tidak lepas dari 7 tahun riset dan pengembangan serta berbagai pengujian. Dimulai dari tahun 2003, proyek yang diinisialisasi oleh Bertrand Piccard, sekaligus presiden Solar Impulse bersama dengan André Borschberg, mencoba menembus batas-batas pengetahuan di bidang material, manajemen energi dan antarmuka manusia dengan mesin.

Di badan pesawat dengan panjang 21,85 meter dan tinggi 6,45 meter serta berat 1.600 kilogram terpasang sayap yang terbentang sepanjang 61 meter dan didesain dengan memperhitungkan kekakuan, keringanan serta kemudahan pengendaliannya. Rangkanya dibuat dari karbon fiber komposit dengan struktur sarang lebah madu. Di bagian bawah sayap dilapisi dengan film fleksibel dan bagian atasnya dibungkus dengan sel surya. 120 rusuk serat karbon diletakkan pada jarak 50cm dan membentuk dua lapisan tersebut serta memberinya bentuk aerodinamis.

Sel surya silikon monokristalin sebanyak 12.000 keping dan dibuat dengan ketebalan 130 micron sangat menentukan unjuk kerja sayap. Efisiensinya bisa dibuat lebih tinggi seperti yang diaplikasikan di luar angkasa, tetapi resikonya berat sayap akan bertambah. Hambatan utama proyek Solar Impulse masih pada baterai yang relatif berat. Jika berat baterai bisa berkurang atau densitas energinya bisa lebih ditingkatkan, maka kemungkinan pengembangan lebih jauh adalah penambahan pilot kedua, bentangan sayap yang lebih pendek atau kecepatan terbang yang lebih tinggi.

Di bagian bawah sayap terdapat empat buah motor listrik yang masing-masingnya menghasilkan daya maksimum 10HP. Empat buah baterai lithium ion yang terdiri dari 70 akumulator dan sistem manajemen yang mengatur pengisian dan pembuangan muatan baterai serta temperaturnya. Bahkan untuk insulasi baterai tersebut dirancang agar mampu menyimpan panas yang dihasilkan baterai untuk menjaga baterai tersebut tetap dapat bekerja pada suhu -40 °C yang biasa terjadi pada ketinggian 8.500 meter. Sebuah gear box juga digunakan untuk membatasi kecepatan baling-baling dengan rotor kembar berdiameter 3,5 meter untuk berputar pada 200-400 rpm dan menghasilkan kecepatan terbang rata-rata 70 kilometer per jam

Sementara di bagian kabin pesawat, sebuah sistem komputer mengumpulkan dan menganalisa ratusan parameter selama penerbangan dan menghasilkan informasi bagi pilot untuk membuat keputusan serta mengirimkan data ke tim yang ada di darat. Yang terpenting dari sistem komputer tersebut adalah menyediakan daya yang optimal bagi motor pada konfigurasi penerbangan tertentu serta memberikan status pengisian dan pembuangan baterai.

Seberangi Samudera dan Kelilingi Dunia

Keberhasilan terbang malam tanpa mengisi ulang bahan bakar --karena memang tidak ada bahan bakar yang digunakan-- dan tanpa menghasilkan emisi dan polutan, mengantarkan pesawat Solar Impulse untuk diuji coba menyeberangi Antartika dan kemudian mengelilingi dunia dengan menggunakan prototip yang lain dan tentunya akan mengalami banyak penyempurnaan.

Jika dilihat dari hasil uji coba terbang malam yang dilakukan beberapa waktu lalu, maka ada kemungkinan penerbangan berikutnya tidak menjadi masalah dari sisi pasokan sumber energi. Seperti yang diungkapkan oleh André Borschberg --sang pilot yang berpengalaman terbang selama lebih dari 40 tahun-- setelah penerbangan tersebut, ''Saya telah menjadi pilot selama 40 tahun, tetapi penerbangan ini merupakan penerbangan paling luar biasa dalam karir terbang saya. Hanya duduk dan mengamati tingkat isian baterai naik dan terus naik berkat sinar matahari... Dan kemudian yang menegangkan, tanpa tahu apakah kami akan tetap menjaganya untuk tetap di udara sepanjang malam. Dan akhirnya kegembiraan melihat matahari terbit dan merasakan energi kembali bersirkulasi di dalam panel surya kembali!''.

solar impulse dan berbagai sumber

Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook