Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemakaian Energi Alternatif Sudah Saatnya

Energi Alternatif Sudah Saatnya Dipakai

Sumber energi alternatif pengganti minyak tanah maupun elpiji sudah saatnya dipakai masyarakat. Beberapa di antaranya ialah briket batu bara, biogas dari pengolahan kotoran ternak dan manusia, minyak jarak, briket grajen kayu, hingga spiritus.

Sumber energi itu cukup murah dan mudah dalam penggunaannya. Namun memang belum populer sehingga tidak cukup menarik masyarakat. Misalnya tanaman jarak pagar yang ditanam di sejumlah tempat di DIY, sulit dikembangkan .

Petani, menurut Kepala Seksi Migas Bidang Pertambangan dan Energi, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY Polin MW Napitu Pulu, lebih sering menjual biji jarak pagar. "Prakteknya sulit," ujarnya, Kamis (13/111).

Kendala juga ditemui dalam penggunaan briket batu bara . Mereka yang mempunyai kompor pun, sebagian tak melanjutkan karena pasokan briket terbatas. Di DIY baru terdapat empat penyalur briket batu bara di DIY.

Sarjimin, penyalur briket batu bara di Jalan Kaliurang Km 6 mengatakan, pemakaian briket jauh lebih aman ketimbang kompor minyak tanah. Kompor briket tak meledak dan tidak berjelaga. Rasa masakan juga tidak terpengaruh. Bahkan abu sisa briket bisa dipakai sebagai abu gosok pencuci alat dapur.

Harga briket hanya Rp 2.500 per kg. Sebagai perbandingan, satu kg briket dipakai untuk memasak tiga jam. Kalau memakai minyak tanah, itu butuh lebih dari satu liter. Padahal satu liter minyak tanah subsidi mencapai Rp 6.000. nantinya satu liter minyak tanah nonsubdisi minimal Rp 8.000.

Biogas dari pengolahan limbah tinja juga belum populer. Salah satu lokasi penggunaan biogas-yang dibangun dengan bantuan Pemkot Yogyakarta-berada di RT 37 Cokrokusuman, Jetis. Sebanyak dua rumah tangga telah menerapkannya dua tahun lalu.

"Nyala apinya bagus persis elpiji, dan tidak memengaruhi rasa masakan. Hanya saja, besar kecilnya nyala api tergantung jumlah bahan baku, kadar air, dan jarak dari rumah ke instalasi pengolahan," ujar Sri Rejeki (43), salah satu warga RT 37.

Pemerintah, kata Afnan Hadikusumo, anggota Komisi D DPRD DIY, perlu lebih kencang mendorong dan membantu masyarakat guna memakai energi alternatif. Misalnya grajen kayu atau limbah penggergajian kayu di Yogya, hanya dibuang maupun dibakar, ujarnya.(ARA/RWN/PRA)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook