Alpen Steel | Renewable Energy

Sanimas, Bikin PDAM dan Biogas

Sanimas, Bikin PDAM dan Olah Tinja Jadi Gas

KRISIS air dan energi saat ini menjadi persoalan global. Persediaan air semakin menipis, sementara kebutuhan semakin banyak. Demikian juga di bidang energi, kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan stok yang tersedia.

Berbagai negara di belahan dunia berusaha keras memecahkan masalah tersebut. Misalnya untuk mencukupi air bersih, belakangan ini muncul penemuan teknologi pemurnian air-air kotor menjadi air bersih siap dikonsumsi.

Sedangkan di bidang energi, kerap kali dikampanyekan penggunaan bahan bakar alternatif. Termasuk program konversi gas yang ada di Indonesia, setidaknya bertujuan memecahkan persoalan tersebut.

Berkait dengan itu, program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang diterapkan warga di Kelurahan Baledono barangkali bisa menjadi inspirasi. Program itu merupakan wujud kemandirian masyarakat dalam menghadapi krisis air dan energi.

Betapa tidak, di saat minyak tanah mulai langka, warga di RT RT 02RW 07 Kampung Kedung Putri, Kelurahan Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purworejo tak perlu harus pusing-pusing.

Lewat program Sanimas, kebutuhan energi warga tercukupi. Pasalnya, dalam program Sanimas KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) tinja manusia yang selama ini dianggap sampah bisa diolah menjadi biogas.

Biogas hasil olahan itu kemudian lewat jaringan pipa disalurkan ke sekitar 40 KK dan dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak setiap harinya. Saat ini, jaringannya sedang dalam proses penyempurnaan.

Bendahara Sanimas Sugiarto menjelaskan, selain biogas program Sanimas juga menyediakan kebutuhan air bersih yang diambil dari sumur sekitar. "Ya bisa dikatakan ini PDAM mandiri milik warga di sini," katanya.

Dia mengungkapkan, instalasi Sanimas dibangun dengan  dana sekitar Rp 307 juta yang merupakan bantuan dari pemerintah. "Setiap warga dapat bergabung dan berlangganan, dengan dibebani biaya (untuk iuran operasional) sebesar Rp 10.000 per bulan," katanya.

"Jika berlangganan gas dan air, cukup menambah Rp 5.000 sehingga per bulannya total Rp 15.000," katanya seraya mengaku, pada prinsipnya air dan gas, per bulan Rp 10.000 per pelanggan. Namun jika berlangganan keduanya mendapat keringanan Rp 5.000.

Dikatakan, pada awal pengoperasian Sanimas ini, karena untuk biogas belum dapat mengandalkan tinja manusia karena jumlahnya masih terbatas, sehingga diawali (dipancing) dengan kotoran sapi. "Pertama kita datangkan dua truk kotoran sapi, tapi kelanjutannya dengan menampung tinja," jelas Sugiarto.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, di samping disediakan WC umum dalam jumlah cukup, juga disediakan tempat mandi, cuci dan lainnya yang berkait dengan gas dan air. "Untuk WC umum, mandi dan cuci, warga juga dikenakan retribusi, yang kesemuanya untuk kebutuhan operasional," katanya.

Sanimas ini diperkirakan mampu untuk memenuhi keutuhan warga dua RT, namun untuk sekarang baru memenuhi sekitar 40 keluarga. Pengelolaannya juga dibentuk kepengurusan, sehingga ada yang mengelola secara intensif.

Ditanya mekanisme penyaluran biogas, Sugiarto mengungkapkan sama dengan air. Dari pusat instalasi Sanimas langsung didistribusikan ke masing-masing pelanggan dengan pipa khusus.

Mengenai kualitas api, dia menjamin tidak kalah dengan gas yang dijual dipasaran. Apinya tetap berwarna biru dan cepat panas. "Pengolahan tinja menjadi gas ini menggunakan sejumlah degester sebelum menjadi gas," tandasnya.

(Nur Kholiq /CN05)

24/05/2009 20:15 wib - Daerah Aktual

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook