Alpen Steel | Renewable Energy

~ energi lain dari lapisan batubara coal bed methane

 coal bed methane, energi lain dari lapisan batubara

 Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan energi dan entah ada hubungannya nggak dengan resesi ekonomi (hualah… gubrak..), CBM (Coal Bed Methane) saat ini mulai dilirik untuk dikembangkan di negara kita. Di negara-negara lain, pemanfaatan CBM sudah bukan hal baru lagi. Oleh karena itulah, itung-itung alih teknologi, tak jarang perusahaan yang bergerak dalam eksplorasi CBM ini “ngebon” pemain asing untuk menerapkan dan mentransfer ilmunya ke negara kita. Tidak usah sebut sana-sini, karena hal itu sudah biasa di sektor industri apapun…. 

CBM adalah gas metana yang dihasilkan selama proses pembatubaraan dan masih tetap terperangkap di dalam lapisan batubara. Proses pembentukannya CBM dibagi menjadi:

  • --> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Biogenic: pembentukan karena adanya bakteri pengurai selama proses pembatubaraan, terjadi pada fase awal proses pembatubaraan dan pada fase akhir pembatubaraan.
  • Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Termogenic: pembentukan karena faktor temperatur akibat tekanan dan pembebanan selama proses pembatubaraan.

cbm-1

 

Keberadaan gas ini dalam batubara adalah tersimpan dalam matrix batubara secara adsorbsion, atau gas menempel dalam pori-pori matrix batubara. Seperti disebutkan diawal bahwa CBM terbentuk dan terperangkap dalam lapisan batubara.

Eksplorasi

Karena keberadaannya, dalam eksplorasi CBM yang menjadi target adalah lapisan batubara, disini lapisan batubara berperan sebagai reservoir dan juga sebagai source rock. Dengan kata lain, tidak terjadi migrasi gas seperti halnya pada gas bumi. CBM terjebak karena tekanan air dalam lapisan batubara. CBM bisa keluar (desorpsion) dari matrix batubara melalui cleat (bidang rekah) dengan merendahkan tekanan air pada target lapisan. Tekanan air ini direndahkan dengan cara memompa air (dewatering). CBM adalah gas dengan low pressure, sehingga spasi sumur rapat menjadi pertimbangan untuk memproduksinya, dengan kata lain, sumur yang dibutuhkan sangat banyak.

cbm-2

cbm-3cbm-41

cbm-51

Secara volumetrik, dengan volume batuan yang sama, volume CBM pada lapisan batubara bisa mencapai 3 – 6 kali lebih banyak dari gas konvensional yang terdapat reservoir batupasir. Karena prinsip terkandungnya CBM adsorbsion pada matrix batubara, maka dari segi eksplorasi keberhasilannya sangat tinggi karena CBM bisa terdapat pada antiklin atau sinklin, cebakan struktur lain atau cebakan stratigrafi. Lapisan batubara pembawa CBM biasanya tidak terlalu dalam sehingga akan memudahkan dalam pengeboran juga tidak semahal pada eksplorasi gas konvensional. Lapisan batubara yang dalam akan mengalami tekanan yang lebih tinggisehingga sistem cleatnya lebih tertutup, hal menyebabkan prorsitas dan permeabilitasnya leb

 

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook