Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Dibatasi

Pemerintah Harus Batasi BBM Bersubsidi

JAKARTA: Pemerintah dituntut agar bertindak tegas dan disiplin dalam menjaga volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Alasannya, realisasi kuota BBM yang ditetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBNP) sudah terlewati serta membengkak hingga sekitar 1,5 juta kiloliter.

Selain itu, pemerintah juga didesak agar berfokus dalam mengembangkan kemandirian dan penghematan di bidang energi. Sebab, besaran subsidi energi yang hampir mencapai Rp 200 triliun setiap tahun menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) terbesar pemerintah. Alokasi anggaran subsidi justru sebagian terkuras untuk pengadaan energi melalui impor.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta dan anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto secara terpisah di Jakarta, Minggu (11/12).

Arif Budimanta mengatakan, masalah energi merupakan isu besar yang harus dijawab bangsa. Selain menyedot anggaran yang besar, energi juga terkait dengan masalah lingkungan. Bahkan, masalah energi juga menjadi isu penting karena keterbatasan sumber daya yang tidak terbarukan ini. Energi fosil (minyak) sulit dikembangkan karena sumbernya sangat terbatas," tuturnya.

Menurut dia, setiap tahun Indonesia harus mengeluarkan subsidi sebesar Rp 200 triliun untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dana sebesar itu mayoritas digunakan untuk impor. "Kita harus melakukan impor energi besar-besaran, padahal negeri ini sangat kaya akan sumber daya energi," ujar pria yang juga alumnus IPB itu.

Fenomena ini, katanya, perlu segera disikapi dengan cara mengembangkan kemandirian. Kebijakan impor perlu diubah dengan mengembangkan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. "Jadi, penghematan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya energi harus dilakukan dan masih terbatas sumber energi untuk diikembangkan dalam waktu cepat ini," kata dia.

Dito Ganinduto mengatakan, pada tahun 2012 pemerintah harus bertindak tegas dan disiplin dalam menjaga volume BBM bersubsidi agar tidak terus membengkak.

"Harus ada langkah tegas, jangan sampai terjadi lagi kenaikan volume BBM subsidi dari APBN ke APBNP dan realisasinya hingga akhir tahun nanti," ujar Dito.

Tercatat hingga pekan ini kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan sebesar 40,4 juta kiloliter yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2011 telah habis. Pemerintah sendiri telah memperkirakan realisasi konsumsi BBM bersubsidi akan mencapai lebih dari 41 juta kiloliter. Artinya, kata dia, sudah ada kelebihan kuota sekitar 1 juta kiloliter dari target volume yang ditetapkan.

"Namun, hingga kini belum ada penyampaian secara resmi yang disampaikan pemerintah mengenai tambahan kuota BBM ini, setelah ada tambahan sebelumnya dalam APBN Perubahan 2011," ujar Dito.

Terkait hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengaku belum mendapat konfirmasi dari pemerintah terkait penanganan kelebihan volume bahan bakar minyak bersubsidi. "Kelebihan kuota mencapai 1,4 juta kiloliter yang harus dipenuhi sampai akhir tahun ini," katanya.

Menurut dia, pihaknya masih menunggu solusi penanganan dari pemerintah pusat dengan kelebihan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini. Sejauh ini, pembahasan kelebihan kuota itu dibahas di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). "Jadi, kami masih menunggu," ucapnya. Kuota volume BBM subsidi dalam APBN Perubahan 2011 yang ditetapkan 40,49 juta kiloliter sudah habis. Namun, Pertamina masih memiliki stok yang bisa disalurkan kepada masyarakat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan pada akhir tahun.
 
Sebelumnya, General Manager Fuel Retail Marketing Region IV Pertamina Jawa Tengah dan DIY Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk memantau distribusi BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
 
(suarakarya-online.com)

Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook