Alpen Steel | Renewable Energy

~ Rawa Pantai Kapuk Dan Global Warming


Active Image

Pemanasan Global dan Rawa Pantai Kapuk

Dalam sebuah film dokumenter yang cukup menggemparkan keluaran tahun 2006 lalu dengan judul ’an inconvenient truth‘, issue tentang Global Warming diangkat ke permukaan. Film ini membuat kita semua lebih memahami dan sadar akan ancamannya.

Di dalam film disebutkan bahwa tingkat karbondioksida di bumi kita ini sudah melebihi ambang batas wajar. Volumenya di udara akan semakin tebal sehingga panas yang seharusnya dipantulkan kembali ke angkasa oleh bumi akan terhalang di atmosfir dan memantul balik menuju ke bumi. Menurut penelitian, kadar karbondioksida di bumi adalah yang paling tinggi sejak zaman es beribu-ribu tahun yang lalu dan akan semakin memburuk di tahun-tahun ke depan.

Active ImageSetiap hari, gunung es di kutub utara mencair dengan pesat. Ditemukannya beruang kutub yang tenggelam membuktikan bahwa daratan es tebal yang dulunya sangat luas terbentang sudah menyusut sehingga beruang tadi mati tenggelam karena tidak ada daratan es untuk mereka hidup. Dengan berkurangnya daratan es, dimana salah satu fungsinya adalah untuk memantulkan sinar infra merah dari matahari kembali ke angkasa, maka sinar infra merah tadi akan diserap langsung oleh air laut sehingga suhunya akan lebih hangat.

Air laut yang semakin hangat ini akan mengakibatkan semakin cepatnya gunung-gunung es mencair. Gelombang panas air di dalam laut akan menyebabkan adanya ancaman perubahan cuaca yang tidak terkendali sehingga bencana angin topan dan banjir bandang akan mengancan di berbagai belahan bumi. Bayangkan volume air laut yang besar yang menguap karena panas akan ditumpahkan oleh awan di tengah kota Jakarta ini. Banjir yang lebih besar dari sebelumnya sangat mungkin terjadi.

Ada beberapa pihak yang merasa optimis akan ada peningkatan kesadaran dari penduduk dunia ini akan penanggulangan polusi yang memicu pemanasan global atau Global Warming. Tetapi ada juga yang merasa pesimis. Mereka menganggap hampir tidak mungkin untuk mengubah kesadaran manusia akan lingkungan hidup. Kebiasaan kita sebagai penduduk bumi tidak mungkin dirubah dalam waktu singkat dan kita hanya menunggu waktu saja menanti datangnya bencana alam yang secara beruntun menimpa kita semua, seakan hari kiamat akan tiba dalam waktu dekat. Begitu mengerikan!

Menurut film dokumenter yang isinya adalah presentasi ilmiah dari mantan kandidat presiden Amerika Serikat Al Gore dan telah memenangi dua piala Oscar ini pula, menyebutkan adanya beberapa kiat sederhana untuk membantu mencegah Global Warming. Misalnya saja mengganti bohlam dengan lampu compact fluorescent, mengurangi berkendaraan dengan mobil atau motor (lebih baik berjalan kaki, bersepeda ke tempat kerja atau menggunakan kereta api listrik), menggunakan barang-barang daur ulang, memeriksa tekanan ban kendaraan (pemakaian bensin akan semakin banyak jika ban kendaraan sedikit kempes, setiap galon bensin bisa mengeluarkan 10 kilogram karbondioksida), mengurangi penggunaan air panas, mematikan alat elektronik seperti TV, DVD, AC dan komputer jika tidak dipakai dan masih banyak lagi. Jika dilakukan, kegiatan di atas bisa mengurangi banyak kadar karbondioksida di udara yang mengancam kehidupan kita kini dan kelak nanti.

Cara lain adalah dengan menghindari penggunaan produk yang menggunakan banyak kemasan sehingga dapat mengurangi jumlah sampah. Jika kita mengurangi jumlah sampah rumah tangga sebanyak 10% saja, maka kita bisa mencegah 600 kilogram karbondioksida di udara. Penggunaan AC pun sangat berpengaruh. Jika kita menaikkan temperatur AC di thermostat 2 derajat saja maka kita akan mencegah 1 ton karbondioksida ke udara pertahun.

Ada satu lagi cara yang sederhana bagi kita sebagai penduduk dunia untuk dapat menghambat Global Warming. Yaitu menanam pohon. Plain and Simple! Menurut penelitian, satu buah pohon saja akan menyerap satu ton karbon dioksida di bumi selama masa hidupnya.

Dalam hubungannya dengan masalah lingkungan hidup dan issue pemanasan global seperti di atas, ternyata ada berita yang cukup menggembirakan. Tidak jauh dari wilayah kita ternyata terdapat hutan lindung di tepi pantai yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Bersamaan dengan tema peringatan lingkungan hidup yang diadakan pada awal juni 2007 lalu, di hutan lindung atau taman wisata yang berlokasi di tepi pantai kapuk ini kini mulai ditanami beberapa tumbuhan rawa yang jumlahnya semakin menyusut akhir-akhir ini. Walau menempati area yang tidak begitu luas untuk sebuah hutan lindung, taman wisata di tepi kompleks ruko dan lapangan golf ini terlihat baru saja akan mulai berbenah diri.

Di tempat ini, banyak petak rawa-rawa berbentuk empang . Empang ini sering dimanfaatkan bagi sebagian orang untuk menghabiskan waktu memancing ikan. Dengan mengendarai sepeda motor, para pengunjung tidak akan menemui kesulitan untuk masuk melewati pematang atau pembatas empang untuk menuju tempat yang cocok untuk mereka berteduh. Walau taman ini sedang dalam pembangunan dan sebenarnya belum siap disebut sebagai taman wisata rekreasi untuk keluarga, Cengkareng.info memandang positif usaha pemerintah untuk menghidupkan kembali hutan rawa ini.

Dengan ditanamnya kembali tumbuhan rawa di lokasi ini, menimbulkan harapan bagi kita akan berfungsinya hutan rawa ini sebagai daerah resapan air dan sebagai paru-paru kota Jakarta yang sudah buruk kadar polusinya. Ekosistem di hutan bakau ini diharapkan akan cepat terbentuk.

Dengan kepedulian kita pada semakin memburuknya tingkat polusi yang terus menerus dihasilkan oleh ulah manusia dan rasa tanggung jawab kita untuk menjaga kelangsungan hidup di bumi tercinta ini, mari kita turut menjaga lingkungan di sekitar kita. Mari berupaya untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya. Mari cegah polusi semaksimal mungkin. Mari berupaya untuk menghentikan proses pemanasan global yang membahayakan kita dan anak cucu kita kelak. Jangan biarkan Jakarta kita tenggelam lagi olah banjir bandang yang lebih besar. Bencana adalah musibah, dan musibah bisa dicegah. Jika bukan kita sebagai warga, siapa lagi yang akan peduli?

 
Active Image

Pemandangan gerbang pintu masuk hutan lindung Pantai Kapuk. Pengunjung yang ingin masuk bisa melapor kepada petugas di pos penjagaan.


Active Image

Tempat menanam pohon baru. Wakil presiden RI, Gubernur DKI, menteri dan pejabat lain turut berpartisipasi menanam bibit pohon bakau atau mangrove.

 
Active Image
 
Pemandangan tepi pantai rawa hutan bakau.
 
Active Image
Pemandangan muara sungai dari arah pantai
 
Active Image
Pemandangan tepi pantai rawa dari sisi yang lain. Dari kejauhan terlihat kompleks apartmen di daerah Ancol
 
Active Image

Pemandangan sungai kecil yang sedang dibersihkan oleh dua orang petugas taman wisata pantai kapuk

 
Active Image

Pemandangan dua orang yang sedang memancing ikan dilatar belakangi deretan bayi-bayi pohon mangrove

 
Active Image
Jalan lebar dari tanah di tengah-tengah rawa hutan bakau
 
Active Image

Sepeda motor dan jembatan kecil yang menuju rawa tempat orang-orang memancing ikan

 
Active Image
Pemandangan hutan lindung dari tepi jalan
 
Active Image
Papan nama taman wisata hutan bakau pantai kapuk
  • AA
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook