Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Satelit Sel Surya Untuk Energi Masa Depan

Tenaga surya yang dikumpulkan di luar angkasa  dapat digunakan untuk menyediakan energi terbarukan di masa depan. Hal tersebut kemungkinan dapat terjadi berkat penelitian inovatif yang dilakukan oleh para insinyur di University of Strathclyde di Glasgow.

Para peneliti dari University of Strathclyde  telah menguji peralatan ruang angkasa yang akan menyediakan platform untuk panel surya yang akan mengumpulkan energi dan kemudian ditransfer ke bumi ditransfer kembali ke bumi melalui gelombang mikro atau laser.

Panel Surya tersebut akan menjadi sumber energi yang dapat diandalkan dan  memungkinkan mengirimkan energi ke daerah terpencil di dunia, misalnya seperti memberikan daya ke daerah bencana atau daerah terpencil yang sulit dijangkau dengan cara tradisional.

Ilustrasi satelit sel surya (Foto: Nasa)

 

Dr. Massimiliano Vasile, dari Departemen Mechanical and Aerospace EngineeringUniversity of Strathclyde yang memimpin penelitian energy surya ini, mengatakan, “Luar angkasa menyediakan sumber energi yang fantastis untuk mengumpulkan tenaga surya dan kami memiliki keuntungan dapat mengumpulkan energi itu terlepas dari siang ataupun malam dan kondisi cuaca.

Pada daerah seperti gurun Sahara di mana tenaga surya yang berkualitas dapat ditangkap, akan sangat sulit untuk mendistribusikan energi tersebut ke daerah dimana energi tersebut dapat digunakan.Namun, penelitian kami berfokus pada bagaimana kita dapat menghapus kendala ini dan menggunakan sel surya berbasis ruang angkasa untuk mengirimkan energi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“Dengan menggunakan gelombang mikro atau laser kita memancarkan energy kembali ke bumi dan langsung menuju ke daerah tertentu. Hal ini akan menyediakan sumber energi berkualitas yang dapat diandalkan dan akan menghilangkan kebutuhan untuk menyimpan energi yang berasal dari sumber terbarukan di tanah. Platform ini akan menyediakan pengiriman energi surya yang konstan.

“Awalnya, satelit yang lebih kecil akan dapat menghasilkan energi yang cukup untuk sebuah desa kecil akan tetapi dengan teknologi yang tersedia sekarang, kami memiliki tujuan, untuk pada suatu hari menempatkan struktur yang cukup besar pada ruang angkasa untuk mengumpulkan energi yang akan mampu memberikan daya bagi kota besar.”

Bulan lalu, sebuah tim ilmuwan dan mahasiswa teknik di Strathclydemengembangkan percobaan inovatif ‘space web’ yang dibawa oleh roket dari Lingkaran Arktik menuju batas ruang angkasa dengan bumi.

Mahasiswa Ph.D. Thomas Sinn (kiri) dan Dr Massimiliano Vasile (kanan) dengan satelit uji (Foto: Graeme Fleming, University of Strathclyde)

 

Percobaan yang dikenal dengan nama Suaineadh (yang artinya ‘memutar’ dalam bahasa Gaelic skotlandia) merupakan langkah maju yang penting dalam desain konstruksi luar angkasa dan menunjukkan bahwa struktur yang lebih besar dapat dibangun di atas sebuah (jarring) ringan yang berputar. Hal tersebut akan membuka jalan untuk tahap berikutnya dalam proyek tenaga surya luar angkasa.

Dr Vasile menambahkan: “Keberhasilan Suaineadh memungkinkan proyek kami  bergerak maju pada tahap berikutnya, dimana akan melibatkan reflektor yang diperlukan untuk mengumpulkan tenaga surya.

“Proyek yang diberi nama SAM (Self-inflating Adaptable Membrane) ini akan menguji peluncuran struktur selular sangat ringan yang dapat berubah bentuk pada saat diluncurkan. Struktur terbuat dari sel-sel yang dapat menggembungkan diri dalam ruang hampa udara dan dapat mengubah volumenya sendiri melalui nanopumps (pompa nano).

“Struktur tersebut meniru struktur selular alami yang ada pada semua makhluk hidup. Kontrol independen dari sel akan memungkinkan kita untuk merubah struktur menjadi konsentrator surya yang akan mengumpulkan sinar matahari dan memproyeksikannya pada rangkaian sel surya surya. Struktur yang sama dapat digunakan untuk membangun sistem ruang angkasa yang besar dengan merakit ribuan unit individu kecil. ”

Proyek ini merupakan bagian dari penelitian Institute for Advanced Concepts NASA (NIAC) yang dipimpin oleh Dr John Mankins dari Artemis InnovationThe University of Strathclyde mewakili konsorsium internasional Eropa yang melibatkan para peneliti dari Amerika dan sebuah tim dari Jepang yang dipimpin oleh Profesor Nobuyuki Kaya dari Universitas Kobe, yang saat ini merupakan acuan dunia dalam teknologi wireless power transmission (transmisi energy tanpa kabel).

Penelitian yang dilakukan NIAC ini menunjukkan desain konseptual baru untuk satelit tenaga surya skala besar. Peran tim dari University of Strathclyde adalah untuk mengembangkan solusi inovatif pada elemen struktural dan solusi baru untuk mengorbitkan satelit sel surya dan kontrol orbitnya.

(perpustakaan.or.id) 

 

~ Cara untuk mengetahui temperatur cahaya

Diagram sederhana untuk mengetahui temperatur cahaya, berguna bagi yang suka moto

 

Beda sumber cahaya kadang beda warna di hasil foto yang kita ambil dan seringkali walaupun telah di-set ke AWB (Auto White Balance) seringkali warna foto tetap kuning atau kebiruan.

Digital Camera World punya diagram sederhana yang kiranya pasti sangat berguna untuk mengetahui efek dari setiap sumber cahaya yang kita gunakan untuk foto.

 

Kita juga bisa mengetahui dari diagram tersebut kenapa kadang AWB tidak berfungsi atau bisa juga set secara manual besaran Kelvin yang harus digunakan pada kondisi cahaya tertentu.

Menurut kami bagi pemula fotografi pasti ini cukup berguna. :-)
Jangan lupa diklik untuk memperbesar gambar di bawah dan disimpan kalau perlu dicetak untuk terus dibawa.

 

(www.otakku.com)

 

 

~ Italy menciptakan Solar Wind di kolong jembatan

Solar Wind: Turbin angin yang dipasang di kolong jembatan

 

 

Sumber listrik tenaga angin melalui turbin angin yang membutuhkan tempat yang cukup besar memang menjadi salah satu kendala karena untuk membuat sumber listrik yang besar berarti butuh turbin angin yang besar dan juga banyak.

Konsep yang diberi nama "Solar Wind" yang satu ini mungkin menjadi solusi dimana disainer Francesco Colarossi, Giovanna Saracino dan Luisa Saracino punya solusi untuk memanfaatkan ruang kosong yang ada di bawah jembatan.

 

Daripada dibiarkan kosong, mereka mencoba memanfaatkan sebuah kolong jembatan layang dengan memasang 26 turbin angin di bawahnya dan menurut mereka setidaknya 36 juta kilowatt per tahun bisa dihasilkan dengan 26 turbin angin ini.

Walaupun masih sebuah konsep, rencananya turbin angin ini akan dibangun di jembatan yang berada Southern Italy dengan perkiraan biaya mencapai 55 juta Dollar.

Selain turbin angin, mereka juga akan memasang panel surya yang bisa menghasilkan sumber listrik tambahan sebesar 11,2 juta kilowatt per tahun.

Apabila ini bisa direalisasikan maka total daya listrik yang bisa dihasilkan mencapai 40 juta kWh per tahunnya dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 15.000 rumah.

 

 (www.otakku.com)

 

~ STD Sudah Digunakan PLTU di Korea

STD Sudah Digunakan PLTU di Korea

JAKARTA- Sebanyak 65% dari 161 milyar ton cadangan batu bara Indonesia  berkualitas rendah (low rank coal), yakni hanya  mengandung   4.000 kilo kalori per kg.  “Melalui  teknologi pengering batu bara Steam  Tube Dryer (STD), kandungan  kalorinya  bisa ditingkatkan  kualitasnya menjadi 6.000 kkal per kg,” ungkap Deputi Teknologi Informasi, Energi dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Unggul Priyanto di sela-sela Workshop STD di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Unggul, guna meningkatkan kualitas batubara dengan teknologi STD, BPPT bekerja sama dengan Tsukishima Kikai Jepang.STD adalah salah satu teknologi yang sangat diperlukan oleh industri batubara dan kelisterikan Indonesia. Yang bisa mengurangi kadar air batubara dengan sistem pemanasan.“Dengan ditingkatkannya kualitas batubara tersebut, benda itu bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan pembakaran yang ramah lingkungan, dan efisien,” ujarnya didampingi Koji Miwa, Managing Executive Officer Tsukishima Kikai Co, Ltd. dari Jepang.

Dikatakan Koji, cara kerja STD adalah dengan mengurangi kadar airnya dengan sistem pemanasan. Namun karena batu bara yang dikeringkan ini akan meninggalkan pori-pori yang besar dan mudah terbakar jika bersentuhan dengan udara, maka harus langsung digunakan, artinya STD sepanjang 40 meter ini harus ditempatkan dekat PLTU. Kehandalan teknologi STD seharga sekitar 50 juta dolar AS per unit dan berkapasitas maksimal 500 ton per jam itu, menurut dia, sudah terbukti karena sudah digunakan di tiga lokasi PLTU di Korea dan akan dialihteknologikan di Indonesia.

Disebutkan Unggul, untuk dapat beroperasi normal sepanjang 2012 PLN membutuhkan subsidi Rp90,9 triliun, padahal DPR hanya menyetujui subsidi sebesar Rp64,97 triliun dan membuat PLN terpaksa memangkas biaya operasionalnya secara besar-besaran agar tetap mampu melunasi utang Rp18,47 triliun.”Membakar batu bara muda (lignit) di PLTU menurunkan efisiensi. Pengalaman operasi terhadap sejumlah PLTU baru dalam program 10.000 MW menunjukkan adanya penurunan kapasitas yang signifikan bila dioperasikan dengan batubara berkalori di bawah 4.800 kkal per kg,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Mineral dan batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, teknologi STD  ini bisa jadi solusi bagi PLN yang selama ini hanya mendapat pasokan batubara muda, berhubung 35 persen cadangan batubara berkualitas baik kita diekspor. (ju/sairi/an 

 

~ Technology Fujitsu Day 2012: Reshaping IT

Fujitsu Technology Day 2012: Reshaping IT

JAKARTA- Fujitsu, pemimpin dalam menyediakan solusi bisnis, teknologi informasi dan komunikasi, hari ini menggelar Fujitsu Technology Day 2012 pertama di Hotel Mulia, Jakarta dengan tema “Reshaping IT” yang menjadi wahana untuk memperkaya wawasan tentang fungsi dan peran teknologi dalam meningkatkan kinerja bisnis. Bersamaan dengan acara ini, Fujitsu meluncurkan sejumlah solusi baru yang mampu mentransformasikan TI dan mendatangkan fleksibilitas bagi perusahaan di menghadapi dinamika bisnis.

Sejumlah topik pada acara ini mencakup pengembangan datacenter Cloud, virtualisasi, meningkatkan provisi sumber daya, dan proteksi data untuk mengelola pertumbuhan data. Acara ini juga menampilkan berbagai solusi dari Fujitsu dan para mitranya. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan bagaimana data center dan produk-produk imaging akan mengubah tempat kerja.

Sejumlah solusi inovatif yang diluncurkan Fujitsu dalam acara ini adalah :

 

  • Server PRIMERGY CX400 S1: dilengkapi dengan multi-node Cloud eXtension, server hemat biaya dan hemat energi ini memiliki kemampuan untuk mendukung pemakaian pada Cloud privat, high-performance computing (HPC) dan virtualisasi skala besar.
  • Server PRIMERGY S7: dirancang untuk memenuhi standar baru dalam hal kegunaan, skalabilitas dan efisiensi biaya ini mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan TI masa depan dan menjanjikan tingkat pengembalian investasi yang cepat.
  • Sistem storage ETERNUS DX: adalah solusi storage yang efisien dan berkinerja tinggi dari Fujitsu dan mampu mendukung penerapan Cloud.
  • ServerView ROR Cloud Edition: adalah peranti lunak manajemen sumber daya TI dan layanan Cloud yang mampu memperbaiki time-to-market layanan TI, tingkat ketersediaan dan kehandalan seluruh infrastruktur dan memberikan perlindungan pada kesinambungan TI.

“Pemilihan ‘Reshaping IT’ sebagai tema Fujitsu Technology Day 2012 perdana ini sangat relevan dengan kondisi saat ini dimana TI dituntut mampu memberikan sumbangsih yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis dan bisa fleksibel mengikuti dinamika iklim bisnis,” kata Achmad S. Sofwan, Presiden Direktur Fujitsu Indonesia. “Kami yakin bahwa solusi-solusi platform baru yang dikombinasikan dengan keahlian di bidang layanan akan mampu membantu organisasi di Indonesia mentransformasikan TI menjadi organisasi yang lebih berorientasi bisnis.”

Sejumlah teknologi terkini yang menjadi topik pembahasan dalam Fujitsu Technology Day 2012 antara lain virtualisasi, resource provisioning, proteksi data yang bisa berkembang untuk mengelola pertumbuhan data, memperluas Cloud ke datacenter, efisiensi & keamanan pada desktop dan sebagainya.

 
Halaman 126 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook