Beranda / Artikel

Baterai Lithium vs Aki Basah/AGM untuk PLTS, Mana yang Lebih Sepadan?

23 Agustus 2026
Baterai Lithium vs Aki Basah/AGM untuk PLTS, Mana yang Lebih Sepadan?

Jika panel surya adalah sumber energi, baterai adalah tempat energi itu disimpan untuk dipakai saat matahari tidak lagi bersinar. Untuk sistem off-grid, pemilihan jenis baterai berpengaruh besar ke biaya jangka panjang, bukan hanya harga beli awal.

Aki basah dan AGM (lead-acid)

Ini teknologi baterai yang sudah lama dipakai, harganya lebih murah di awal. Tapi umur pakainya lebih pendek, biasanya sekitar 300 sampai 1.000 kali siklus pengisian tergantung seberapa dalam baterainya dikuras tiap kali dipakai (depth of discharge). Aki lead-acid juga sebaiknya tidak dikuras lebih dari 50 persen kapasitasnya supaya awet, artinya kapasitas efektif yang bisa dipakai hanya separuh dari kapasitas nominal.

Baterai lithium (umumnya LiFePO4)

Baterai lithium jenis LiFePO4 (lithium iron phosphate) jadi pilihan yang semakin umum untuk sistem off-grid modern. Siklus hidupnya jauh lebih panjang, bisa 2.000 sampai lebih dari 5.000 kali siklus tergantung kualitas selnya, dan bisa dikuras lebih dalam (depth of discharge lebih tinggi) tanpa memperpendek umurnya secara drastis. Bobotnya juga jauh lebih ringan dibanding aki lead-acid dengan kapasitas yang sama, penting untuk instalasi di lokasi yang aksesnya sulit seperti pulau terpencil.

Soal harga

Harga beli lithium memang lebih mahal di depan dibanding aki lead-acid. Tapi jika dihitung biaya per siklus pemakaian selama umur baterai, lithium sering kali lebih hemat dalam jangka panjang karena tidak perlu diganti sesering aki lead-acid. Perhitungan ini paling relevan untuk sistem yang dipakai harian dan jangka panjang, seperti PLTS rumah tangga atau fasilitas komersial.

Yang perlu diperhatikan

  • Aki lead-acid: cocok untuk budget terbatas, pemakaian tidak terlalu intensif
  • Lithium LiFePO4: lebih cocok untuk pemakaian harian jangka panjang, ruang terbatas, atau lokasi yang sulit dijangkau untuk penggantian baterai

Baterai apa pun yang dipilih, pastikan pakai charge controller dan sistem monitoring yang sesuai spesifikasi baterainya, salah setting bisa memperpendek umur baterai secara drastis.

Sumber

  • Perbandingan siklus hidup lead-acid vs LiFePO4 adalah data umum di industri baterai penyimpan energi surya, konsisten di berbagai datasheet produsen baterai

Butuh konsultasi sistem energi terbarukan?

Tim engineer kami siap bantu dari desain hingga instalasi, untuk proyek di seluruh Indonesia.

Baterai Lithium vs Aki Basah/AGM untuk PLTS, Mana yang Lebih Sepadan? | Alpensteel